Menu
Cart 0

Apakah Perbedaan Utama Antara Mobility Scooter Dan Kursi Roda Elektrik?

Posted by Falcon Mobility Pte. Ltd. on

Mobility Scooter vs Kursi Roda Elektrik

Mobility scooter dan kursi roda elektrik sama-sama didesain untuk membantu orang-orang yang mengalami kesulitan bergerak. Namun, tentu terdapat perbedaan di antara keduanya. Pertanyaan yang mucul adalah, apakah lebih baik memiliki mobility scooter atau kursi roda elektrik?
Jawabannya: tergantung kebutuhan Anda. Berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan mobility scooter terhadap kursi roda elektrik yang dapat menjadi bahan pertimbangan Anda sebelum membeli.

Kelebihan Mobility Scooter

Harga Jauh Lebih Murah
Pada dasarnya, mobility scooter memang jauh lebih murah daripada kursi roda elektrik. Salah satu alasannya adalah karena mobility scooter hanya butuh satu mesin motor untuk beroperasi maju dan mundur. Sementara manuver berputar dapat dilakukan dengan mudah melalui stang/setir yang langsung berhubungan dengan roda depan.


Sementara kursi roda elektrik membutuhkan dua mesin motor untuk mengoperasikan roda pada masing-masing sisi. Saat melakukan manuver memutar atau membelok, kursi roda elektrik membutuhkan salah satu motor roda untuk berputar lebih cepat ataupun berlawanan dengan roda pada sisi lainya. Selain itu, rancangan elektronik yang lebih rumit pun menyebabkan mesin kendali yang digunakan pada kursi roda elektrik menjadi lebih mahal.

Tampilan Lebih Menarik

Salah satu alasan utama mengapa penjualan mobility scooter jauh melebihi kursi roda elektrik di Singapura dan di seluruh dunia adalah karena tampilannya yang lebih menarik, terutama di kalangan lansia. Ada anggapan bahwa jika duduk di atas kursi roda, baik elektrik ataupun biasa, akan nampak seperti penderita difabel. Sementara mengendarai mobility scooter nampak memiliki stigma sosial yang berbeda. Bahkan mengendarai mobility scooter dapat dikatakan sangat menyenangkan.

Kemudahan Penggunaan

Ada hal-hal yang harus betul-betul dipahami sebelum mahir dalam mengoperasikan kursi roda elektrik. Biasanya, pengguna baru akan membutuhkan waktu dua hari hingga dua minggu untuk membiasakan diri dengan kursi roda elektrik, terutama dalam mengendalikannya di wilayah-wilayah yang cukup menantang (jalan menurun atau ambang pintu yang sempit).
Sebaliknya, pengguna mobility scooter merasa jauh lebih mudah untuk mahir mengoperasikannya, terutama para pengguna yang sudah terbiasa menyetir mobil, motor, ataupun sepeda. Saking mudahnya, anak-anak usia 3-4 tahun pun dapat mengoperasikan mobility scooter. Kemudahan penggunaan ini jauh lebih menarik bagi para lansia yang mungkin memerlukan waktu lama untuk mempelajari hal baru.

Kekurangan Mobility Scooter

Radius Putaran/Belokan yang Terlalu Lebar


Kursi roda elektrik mampu berputar 360 derajat, bertumpu pada roda-rodanya, dan membuat alat ini cocok untuk digunakan di dalam ruangan.


Sementara mobility scooter hanya dapat berputar atau berbelok seperti mini scooter yang membutuhkan tiga kali putaran untuk betul-betul melakukan U-turn. Inilah mengapa pengguna mobility scooter kebanyakan adalah orang-orang yang masih bisa berjalan meskipun tidak jauh-jauh. Mereka masih bisa beraktivitas dan berjalan di dalam rumah, namun menggunakan mobility scooter saat berkegiatan di luar rumah, seperti saat harus ke pasar, supermarket, klinik, ataupun ke kedai kopi untuk bersosialisasi dengan teman dan kerabatnya.

Catatan tambahan: mobility scooter roda tiga memiliki radius putar yang lebih sempit dibanding dengan mobility scooter roda empat.

Ground Clearance yang Rendah


Mobility scooter biasanya memiliki ground clearance yang rendah jika dibandingkan dengan kursi roda elektrik. Di Singapura, hal ini umumnya tidak menjadi masalah sebab kebanyakan tempat sudah memasang jalur landai (ramp) untuk kursi roda. Meskipun demikian, banyak juga difabel di Singapura yang menggunakan mobility scooter dalam mengendarai MRT atau bis-bis yang ramah kursi roda (Wheelchair-Accessible Bus) untuk bepergian jauh. Apabila mobility scooter tidak memiliki jeda jarak yang cukup dengan tanah, maka bagian bawah scooter dapat menyangkut pada tangga kereta atau bis. Hal ini tentunya tidak aman bagi pengguna dan mengganggu kelancaran kerja pengemudi bus dan kenyamanan pengguna transportasi umum lainnya. Untuk keamanan dan kenyaman bepergian Anda, sebaiknya adakan konsultasi dengan penjual mobility scooter untuk mengetahui apakah produknya cocok dan memungkinkan Anda untuk bepergian jauh.

Catatan tambahan:
a. Untuk penggunaan mobility scooter dalam MRT, diameter minimum roda harus 8 inci. Jika tidak, ada resiko roda akan jatuh dan menyelip di antara pintu MRT dan platform peron.
b. Dimensi mobility scooter tidak boleh melebihi 120 x 70 cm (48 x 28 inci), yaitu ukuran maksimum yang diizinkan untuk mengendarai MRT dan Wheelchair-Accessible Bus (WAB).
Stabilitas
Kursi roda elektrik pada umumnya memiliki kecenderungan untuk melejit ke belakang, namun produk-produk semacam ini sudah dilengkapi dengan ganjalan pada roda belakang yang menghilangkan resiko tersebut.
Sementara mobility scooter yang relatif jauh lebih aman, tetap harus dioperasikan dengan hati-hati, seperti layaknya sedang menyetir di jalan raya. Contohnya, pelankan kecepatan Anda saat akan berbelok di tikungan jalan yang tajam. Apabila Anda tidak berhati-hati, maka mobility scooter dapat jatuh terbalik ke samping dan mungkin mencederai Anda.
Catatan tambahan: mobility scooter roda empat jauh lebih stabil dibanding dengan mobility scooter roda tiga.

Membutuhkan Kedua Tangan dalam Pengoperasian

Pada dasarnya mobility scooter membutuhkan kedua tangan untuk mengoperasikannya dengan maksimal. Salah satu tangan dapat mengendalikan gerakan maju dan tangan lainnya mengendalikan gerakan mundur. Dalam hal ini, pengguna yang menderita hemiplegia akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan mobility scooter.


Jika pengguna merupakan penderita stroke ringan dan masih memiliki kekuatan pada tangan dalam mengendalikan gerakan maju-mundur pada mobility scooter, serta mengkoordinasi setir pada saat yang bersamaan, maka mobility scooter masih aman untuk digunakan. Namun apabila pengguna sudah tidak mampu mengnkoordinasikan manuver-manuver tersebut, maka sebaiknya memilih untuk menggunakan kursi roda elektrik saja.


Perkembangan anyar yang dirilis berupa pegangan setir berbentuk delta yang tersedia pada mobility scooter. Pegangan setir ini berbentuk huruf U dan menyediakan kemudahan pengguna untuk hanya memencet tombol “push” dengan ibu jari atau tombol “pull”, sehingga memungkinkan untuk menyetirnya dengan satu tangan saja. Hal ini tentu sangat berguna bagi pengguna yang menderita hemiplegia.

  

----------------------------------------------------------------------

Klik di sini jika Anda ingin:


Share this post



← Older Post Newer Post →