Menu
Cart 0

Berapa Lamakah Baterai Dapat Bertahan?

Posted by Falcon Mobility Pte. Ltd. on

Baterai mobility scooter / kursi roda elektrik

Pertanyaan seperti ini tidak akan memiliki jawaban yang pasti, namun jelas, kami sering mendapatkan pertanyaan serupa. Sama saja halnya jika Anda bertanya, "Berapa harikah bensin akan habis hingga pengisian berikutnya?"

Meskipun merk mobil yang digunakan sama, namun tentu jadwal pengisian bensin akan berbeda-beda tergantung pemakaian Anda; bisa setiap dua hari, tiap minggu, tiap dua minggu, dan sebagainya.

Jadi, menanyakan berapa lamakah baterai bisa bertahan tidak ada jawabannya, karena sangat bergantung pada penggunaan Anda. Jika Anda menggunakan mobility scooter terus menerus dengan kecepatan penuh, tentu saja baterai hanya bertahan sekitar satu jam saja. Namun jika Anda hanya menggunakan mobility scooter untuk perjalanan jarak dekat, misalnya untuk bersosialisasi dengan teman di kedai kopi dekat rumah, baterai mobility scooter Anda bisa bertahan hingga satu minggu tanpa harus mengisi ulang.

Cara mengukur lamanya baterai bertahan yang paling masuk akal adalah mengacu pada ukuran jarak yang dicantumkan oleh pabrik pembuat mobility scooter Anda. Biasanya acuan jarak ini dicantumkan dalam kilometer atau mil.

Memperkirakan Jarak Tempuh
Anda dapat saja mencoba berjalan kaki dari rumah ke pasar terdekat atau melewati pasar tersebut setiap hari dengan mobil. Namun pasti Anda tetap tidak bisa mengukur jarak dengan akurat. Berikut ini adalah beberapa metode sederhana yang dikembangkan melalui pengalaman kami:

a) Kecepatan berjalan
Kecepatan berjalan orang dewasa umumnya adalah 4-5 km/jam. Nah, jika Anda dapat merekam berapa lamakah Anda berjalan dari satu tempat ke tempat lain, maka Anda dapat memperkirakan jarak antara kedua tempat tersebut. Sebagai ilustrasi, saya anggap semua orang berjalan dengan kecepatan 4 km/jam. Jadi, jika stasiun MRT terdekat dapat ditempuh selama 15 menit berjalan, maka jaraknya adalah:
(15 menit / 60 menit) x 4 km/jam = 1 km.

Apabila Anda membutuhkan perkiraan ini untuk mengukur berapa jarak yang Anda tempuh selama beraktivitas di kantor, maka Anda harus bisa membayangkan berapa jam per hari yang Anda butuhkan untuk berjalan setiap harinya (menuju kantor, beraktivitas di dalam kantor, pergi makan siang, pulang dari kantor, dsb.). Lalu kalikan perkiraan Anda dengan hasil penghitungan di atas.

b) Acuan halte pemberhentian bus
Di Singapura, halte bus biasanya berjarak 500-600 meter antar satu dan lainnya. Jadi, jika Anda harus pergi ke pasar yang jaraknya empat halte, maka Anda dapat memperkirakan jarak tersebut seperti ini: 4 x 500 = 2,000 m, atau sama dengan 2 km.


Anda pun dapat menghitungnya berdasarkan durasi Anda berjalan, misalnya 2 kilometer adalah sama dengan berjalan selama 30 menit. Namun demikian, jika hasil penghitungan Anda melalui kedua metode ini terlalu berbeda jauh, lebih baik Anda mengacu pada metode pertama, yaitu memperkirakan jarak tempuh sesuai dengan kecepatan Anda berjalan.

c) Peta atau GPS
Jelas bahwa peta adalah suatu alat yang paling baik untuk mengukur jarak. Di sisi lain, GPS seringkali tidak akurat dan Anda pun harus betul-betul berjalan supaya GPS bisa mengukur jarak yang Anda tempuh. Trik menggunakan GPS ini bisa Anda aplikasikan, hanya saja, Anda harus menyediakan banyak waktu untuk bereksperimen. Aplikasi peta pada smartphone masa kini merupakan salah satu alternatif yang paling akurat untuk memperkirakan jarak antara dua tempat, karena fitur ini sudah termasuk dalam aplikasi tersebut. Apabila aplikasi peta tidak tersedia pada smartphone Anda, maka kedua metode lainnya masih dapat membantu untuk memperkirakan jarak.

Berapa jauhkah jarak tempuh yang cukup?
Falcon Mobility menggunakan perkiraan umum, yaitu mengalikan jarak dengan angka 3. Misalnya, kami memperkirakan jarak yang biasa Anda tempuh dari rumah ke tempat tujuan, lalu dikalikan dengan 3.

Tentu saja mengalikan dengan angka 2 juga masih masuk akal, misalnya memperhitungkan perkiraan jarak tempuh pergi dan jarak tempuh pulang dengan baterai penuh (100%). Namun kami menambahkan 50% tambahan sebagai faktor cadangan, sehingga perhitungan matematisnya adalah 2 x 150% = 3.

Penambahan faktor cadangan ini perlu sebab:

  • Setelah sampai di tujuan, Anda belum tentu langsung berhenti menggunakan mobility scooter. Mungkin saja Anda masih menggunakannya untuk mondar-mandir di tempat tersebut, misalnya saat Anda berbelanja atau berkegiatan di dalam kantor. 
  • Harus selalu diingat bahwa baterai selalu akan aus seiring dengan pemakaian. Perhitungan jarak tanpa factor cadangan mungkin efektif saat baterai Anda baru, namun seiring dengan pemakaian, Anda bisa saja harus mengganti baterai setiap enam bulan sekali. 
  • Menempuh tanjakan dan turunan tentu juga memerlukan daya baterai yang lebih banyak daripada di jalanan datar. Jarak tempuh yang dicantumkan oleh pabrik adalah acuan hanya untuk tipe perjalanan di jalanan datar saja. 
  • Rute yang digunakan oleh pengguna mobility scooter jauh lebih panjang daripada rute yang dilewati orang yang berjalan kaki. Hal ini disebabkan karena mobility scooter tidak dapat menaiki tangga seperti biasa, namun harus melewati jalur landai (ramp). 

Kesimpulannya, untuk mendapatkan perkiraan jarak yang cukup akurat, Anda membutuhkan:


• Estimasi jarak antara rumah dan tempat tujuan
• Gandakan jarak tersebut dengan angka 2 sebagai penanda perjalanan pergi dan pulang.
• Tambahkan 50% faktor cadangan. Apabila dirasa perlu, besarkan persentase faktor cadangan Anda, terutama jika rute yang dilewati merupakan rute yang cukup berat (tanjakan, turunan, jalan tidak rata).

----------------------------------------------------------------------

Klik di sini jika Anda ingin:


Share this post



← Older Post Newer Post →